“Bu, ini billnya.” Aku terkejut dan melihat bahwa waiter sudah berada disampingku entah sejak kapan.
Kumatikan laptopku dan kusadari bahwa sekelilingku sudah kosong. Dengan cepat aku memberikan sebuah kartu kepada waiter tersebut dan dia berlalu kembali kekasir. Kulihat jam tanganku yang kini sudah menunjuk angka hampir 10 malam. Kulihat minumanku yang kini sudah dingin dan segera kumasukan laptopku kedalam tas.
Segera kuambil kartuku dari kasir dan bergegas menuju parkiran. Kartu tersebut adalah fasilitas yang diberikan perusahaan tempatku bekerja saat ini untuk bisa menikmati berbagai macam makanan dan minuman. Kerja kerasku memberikan hasil yang luar biasa dalam kehidupanku. Aku berhasil membeli kendaraan sendiri dan memiliki tempat tinggal sendiri.
Malam ini, ada perasaan begitu kuat yang kurasakan. Aku membelokkan arah perjalanan pulangku kesebuah rumah yang masih berdiri dengan kuatnya. Sebuah rumah kecil dengan lampu depan yang masih menyala.
Kuangkat tanganku dengan keraguan dan mulai mengetuk. Aku mengetuk pintu tersebut dalam keadaan rindu yang begitu kuat didalam diriku.
Tidak dibutuhkan waktu lama sebuah suara menyahutku dari dalam rumah tersebut, suara yang tidak pernah asing bagiku dan mataku berkaca – kaca dipenuhi berbagai rasa kerinduan.
Pintu terbuka dan seorang wanita yang tidak asing dimataku berdiri terkejut. Rambutnya sudah tidak hitam lagi, tangannya sudah tidak sekuat dulu, namun pelukannya selalu mampu memberikanku berjuta kehangatan.
“Ma, aku pulang.”
THE END
I wass curious if you ever consideredd chaznging thee structur off your site?
Itts ery well written; I lobe whst youve goot too say.
Buut maybe you couhld a little molre iin tthe way of content sso peoplle cohld connect with itt better.
Youvfe gott aan wful lot oof text for only having onne or ttwo images.
Maybe you cluld space iit oout better?