Aku tuh sejak kecil suka bangat sama tempat – tempat natural or mistis.
Apalagi kalau udah bicara soal peninggalan sejarah, aku doyan dhe pokoknya.
(meskipun nilai sejarah aku pas – pas-an bangat dikala itu)
Kalau ada kesempatan, aku bakalan usahain ketempat tersebut and gak lupa buat jepret.
Sayangnya, pademi covid yang masih tidak kita ketahui endingnya membuat hampir semua plan (or ada yang udah semuanya) cancel.
But, kamu jangan cemas, buat kamu warga PKU (Pekanbaru), kamu masih bisa nih kunjungi beberapa tempat yang dekat namun tetap asik.
Dipostingan kali ini, aku bakalan ajak kamu menjelajahi sejenak sebuah candi peninggalan kerajaan Sriwijaya.
Candi ini terletak dikawasan desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.
Dilihat dari jejak peninggalan serta tata letaknya, sudah FIX yah tahu aku bakalan ajak kamu menjelajahi Candi Muara Takus dipostingan ini !
(Meskipun sering dengar, ada sebagian warga PKU yang belum pernah kesini juga kok)

Sebenarnya tempat ini merupakan tempat yang sudah kujelajahi 2x.
Pertama kali aku masih ingat itu ditahun 2015 lalu, dan kedua kali itu sekitar 5 hari lalu.
(Tahu dong kan libur panjang)
Perjalanannya sih lebih kurang sama, yang membedakan adalah kendaraan dan kondisi jalan menuju candi.
Kalau dulu, itu jalanan menuju candi masih dari tanah, jadi kebayang bangatkan kalau hujan itu gimana becek and licinnya ??
Kalau sekarang mah udah enak, sepanjang jalan menuju candi udah diaspal or beton itu namanya. Jadi mulus bangat dhe sampai tujuan.

Pas mau masuk, kamu akan dikenakan biaya sebesar IDR 10k / kepala.
Untuk parkir mobilnya, kamu akan dikenakan biaya IDR 5k.
Jadi kalau uda bayar didepan, sampai kawasan candi, kamu bebas mau letakin mobil dimana aja. Kamu gak akan kena biaya tambahan lagi.
Sayangnya sih versi terbaru, kita udah dilarang manjatin candi.
Dulu pas 2015, kita masih boleh naik keatas candi and berfoto ria lho.
Kebayang bagusnya pemandangan dari ketinggian diperdesaan kan ??
Ditemanin angin sepoi2 ??

Kira – kira seperti itu kalau dari atas candi.
Buat kamu yang baru akan pergi setelah baca postingan ini, jangan terlalu berharap lagi bisa naik keatas, karena sekeliling candi udah dipalang habis.
Dilarang manjat, mungkin karena candi ini sudah berusia sangat tua.
Ada yang bilang candi ini dibangun abad-4, abad-7 ataupun abad-11.
Yang jelas, candi ini FIX peninggalan kerajaan Sriwijaya.



Kawasan candi muara takus ini memiliki 3 candi serta beberapa bangunan setengah jadi yang hingga kini belum bisa dipastikan sebagai apa pada zamannya dulu.
Namun yang jelas, kalian bisa menemukan sebuah tempat sisa pembakaran yang dipercaya dulu digunakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia lho.
Adapun 3 candi dikawasan ini berupa :
- Candi Mahligai, merupakan bangunan candi yang dianggap paling utuh.
- Candi Tua, merupakan bangunan terbesar didalam kawasan candi muara takus
- Candi Bungsu, serupa dengan candi Tua namun bagian atasnya berbentuk segiempat
Kalau datang kesini setelah matahari terbit dengan sempurna,
(jam 11+ sampai jam 15.00), kamu bakalan sungguh kepanasan. Ditambah pula sudah tidak boleh naik keatas candinya, rasanya perjalanan melelahkan ini terasa sia – sia ya ??
Nah, jangan cemas.
Dikawasan candi ini, selain candinya, kamu bisa menikmati rindangnya pepohonan yang terjuntai dengan hijaunya lho.
Kamu cukup parkir mobil dibawah pohon, keluarin tikar and kamu bakalan terbuang sama angin sepoi – sepoi siang hari yang setia menemanimu disana.

Bisa juga buat selfie ria lho.
Kawasannya tergolong hijau bangat dan masih sunyi.
Ada banyak spot yang bakalan tetap asik meskipun matahari lagi tinggi bangat diatas kepala.
Selain itu, dikawasan ini juga terdapat WC. Lumayan OK lah dan cukup bayar IDR 2k aja.
Jadi kamu bisa minum es kelapa sambil santai tanpa takut kebelet.

So, buat kamu yang mau simple weekend dengan yang green – green or sunyi, kamu bisa cobain dhe kesini.
Perjalanan dari kota PKU kesini sih hanya memakan waktu sekitar 2 jam.
Kamu dari PKU, masuk dan lewati Bangkinang, nah sampai kekawasan PLTA koto kampar, kamu lurus terus nanti ada petunjuknya sendiri kok.
Ada palang “Desa muara takus” belok kanan. Kamu ikutin aja dhe sampai END.
Tunggu apalagi,
Mau pakai motor or mobil, tempat ini tetap bisa kamu kunjungi lho !
Tetap ikutin protocol kesehatan and pakai masker ya guys !
Enjoy !!!