Its middle of December, yang berarti gak lama lagi pergantian tahun akan terjadi. Biasanya aku sibuk bangat mikirin mau kemana tahun baru, mau ngapain pas Natal. But.. this years is kinda different for me.
Ketika aku berpikir maybe this is the end, aku malah dikejutkan dengan hal yang tidak aku duga sama sekali.
Semalam, orang yang aku harapkan bakalan ngebantu aku malah menjadi orang yang menghilang begitu saja. Malah jujur saja kubilang, orang yang gak terduga, yang be like, aku iseng asking for help, malah menjadi orang yang nolongin saat itu.
Bukannya gimana, ternyata benar..
Apa yang awalnya kita lihat tidak mungkin, bisa dipakai Tuhan sebagai perpanjangan tangan untuk membantu kita keluar dari suatu masalah. Dan apa yang kita harapankan bakalan menjadi the person who will be there when we ask, malah jadi orang yang beneren gak peduli dan hilang begitu saja.
Hari ini, aku akan membawa mamaku pergi konsultasi. Harapannya hasilnya bagus dan thank God, tahun ini aku masih bisa bersama mamaku, dengan harapan tahun berikutnya juga begitu. Aku ingin membuat orangtuaku bangga, setidaknya sekali saja dalam hidup mereka, and I really wish this time, I am not fuck everything up again.
Aku gak tahu bagaimana menyelesaikan masalahku, tapi satu hal yang aku percaya, segala sesuatunya akan baik – baik saja. Aku tidak ingin ceroboh, aku tidak ingin serakah. Aku memang mencemaskan hari esok dan berikutnya, but I really want to trust bahwa hari ini adalah anugrah, dan esok adalah rahasia Tuhan.
Didalam diriku, aku sadar kalau aku diberikan kesehatan yang luar biasa. Aku bisa bercerita banyak hal sambil menyimpan berbagai rahasia yang hanya aku yang tahu. But with God, I can tell Him everything, meskipun gak perlu aku katakan, Tuhan juga tahu, but.. I still like to share it.
Melegakan rasanya, ketika bisa memberikan semua beban kepada Tuhan. Kurang baik apa ya, ada yang begitu ?
Yang gak pernah lelah ngedengerin, yang mengirimkan bantuan lewat orang yang tak terduga dikala kita kehilangan harapan dan iblis mulai menguasai hati dan pikiran.
Sungguh, aku harus banyak bersyukur karena sejak kecil, kasih sayang dan perlindungan Tuhan itu luar biasa didalam hidupku.
Aku gagal menjalani kehidupan. Hal yang aku bangun hancur begitu saja karena keserakahan dan lain sebagainya. Aku kehilangan banyak teman, dan bahkan keluarga juga aku kecewakan. Yang jelas, aku ingin memperbaiki diriku, dan atas seizin dari Tuhan, aku harus bisa bangkit, dan menjadi pribadi yang lebih baik, lewat kejatuhan yang sungguh luar biasa didalam hidup.
Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan. Aku bangun, aku menulis isi pikiran, aku memasak untuk makan keluarga, dan aku mencicil apa yang harus aku cicil. Bisa melewati hari demi hari saat ini sudah menjadi anugrah tersendiri buatku.
Dengan harapan bisa kembali menjalani kehidupan yang normal dan lebih baik, sambil memperbaiki diri menjadi lebih baik juga tentunya.
Apapun itu, ini bukan waktunya menyerah.
Apapun yang akan terjadi kedepannya, dengan siapa aku akan berjumpa dan apa yang menungguku, I know that God prepare me long before today, and each day, I am bless and become more stronger than who I am before.
I wish, really wish that God will guide me until the very end.
That I can be better and usefull, and I know, in God, everything is possible.
There is future, and my hope will never be gone.