I never read Paula book before but this book look very interesting from the begin.
Original publish on 2018, buku ini baru sampai kenegara +62 ini pada tahun 2020 lalu dengan total 371 halaman.
Mengunakan sudut pandang 2 sisi yang berbeda, this book is good but in the very end, this book become something that not so special.
Buku ini unik karena mengunakan 2 sudut pandang orang yang berbeda dengan sisi kehidupan yang berbeda pula. Megan, orang yang hidup secara sederhana dan harus bekerja keras untuk mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan, dan Lauren, seorang anak dari keluarga terpandang yang kaya raya dan bisa mendapatkan segalanya dengan mudah juga. How the friendship will be ?
Kedua orang ini bertemu disekolah asrama wanita dan menjadi teman yang cocok dengan cepat. Memulai persahabatan mereka dengan dusta, everything just OK until the day when Megan spend her holiday at Lauren house.
The secret that they keep and how they pretend that everything still be OK until that night, the night when your bestfriend didn’t want to listen to you and judge you ?
As a Lauren, losing a bestfriend is like a real pain.
As a Megan, having a besfriend that didn’t want to listen to you first is more hurt. Especially when you have a nightmare and nobody believe you at all.
Kisah persahabatan Megan dan Lauren diceritakan dengan baik. Kehidupan mereka dirangkai dengan baik dan bagaimana mereka mulai bersahabat menjadi sesuatu yang berbeda didalam buku ini. But the conflict in this book ? I think that is not good and terkesan biasa aja.
Apalagi ketika kita tahu bahwa cerita diawali dari persahabatan Megan dan Lauren yang sudah retak. We can guess what is happen to Megan before the book even end.
Jadi selain sudut pandang yang berbeda, buku ini juga mengunakan alur yang memutar kebelakang. We can guess really quick what happen in that friendship very well sehingga buku ini kehilangan daya tariknya.
But, secara rangkuman besar, this book is good and can help us kill a boring time.
ENJOY THE BOOK !