Aku mengusap mataku berkali – kali, rasanya ada sesuatu yang salah, tapi aku tidak tahu apa. Pandanganku normal, namun terkadang mata kiriku terasa gatal dan perih. Setiap kali aku selesai mengusapnya, bukannya semakin baik, malah beberapa tulisan didepanku mulai terasa berbayang.

Aku menghabiskan hampir 15 jam setiap hari didepan layar. Menulis, bekerja dari rumah, kehidupan sosialku seolah berhenti begitu saja. Aku tidak tahu sejak kapan aku berhenti bersosialisasi, berhenti peduli dengan orang yang dulunya aku anggap teman dan segalanya, aku berhenti begitu saja.

Sedih ? Merasa kehilangan ?
Ya, awalnya terasa begitu.

Aku tidak tahu kenapa tanganku mengetik tulisan ini dan membagikannya. Apa yang sebenarnya aku rasakan ? Apa yang aku inginkan ? Aku berhenti bersosialisasi, dan satu – satunya hal yang menemaniku melewati hari dan membantuku tetap waras adalah dengan tulisan.

Sejauh apakah aku akan bertahan ?
Kemana arah tulisan ini akan berakhir ?

Aku pandangi jam yang ada dipojok kanan atas layarku, sudah hampir berganti hari baru. Kipas angin kecil ini masih setia menemaniku dan memberikan kesegaran diwajahku meski mataku mulai terasa perih. Jariku terasa lelah, namun hatiku terus berkata,
“Aku akan membuatnya menjadi sebuah novel”

Saat aku merebahkan badanku sesaat diatas kasurku, kupandangi northern light buatan diatas kepalaku sambil berandai jika suatu hari aku bisa melihat yang asli. Kuangkat tanganku, berusaha meraih bintang buatan yang hilang timbul dengan jeda beberapa detik yang kusetting sendiri.

Sudah sejauh ini aku melangkah, apa yang aku dapatkan selain kehancuran atas masa depanku sendiri ?
Aku teringat saat aku masih dibawah 20th, ketika aku berada diposisi yang sama namun rumah yang berbeda, rebahan dikasur yang bukan kasurku sendiri sambil berusaha mengapai terang lampu diatas kepalaku, aku berkata,

“Kapan aku bisa memiliki kamar dan kasur sendiri ?”

Dan seiring waktu berlalu, meskipun aku terseok – seok melewati hari, bulan dan tahun. Aku kini berada didalam kamarku sendiri, dengan kasur yang aku idamkan sejak aku kecil. Hal yang awalnya hanya sebuah impian yang terlihat mustahil, perlahan tapi pasti diberikan Tuhan lewat cara yang tidak pernah aku duga.

Bahuku terasa pegal, aku terus mengetik tanpa arah dan hanya mengandalkan memori yang ada didalam ingatanku. Aku tidak membuat planning, namun hatiku yakin bahwa kali ini, tulisan ini, akan menjadi karya lainku yang berbeda. Apa yang ingin aku capai dari tulisan ini ?

Mungkin, sebuah keteangan dan kenangan yang selama ini terkubur tanpa aku syukuri sama sekali ?

Aku membenci hidupku, yang entah sejak kapan dimulai. Aku masih berusaha menjadi lebih baik, dan entah kenapa juga aku sadar, kalau aku terus menunggu keadaan membaik, mungkin novel ini tidak akan terbuat sama sekali.

Kuputuskan untuk memulainya, sebuah kisah perjalanan dimana aku tidak memiliki harapan, pasrah pada keadaan, namun diujung sana, ketika semuanya terasa gelap dan tidak ada jalan keluar, ada cahaya biru kecil yang datang. Cahaya yang memberikan terang dihidupku yang begitu hancur, cahaya yang aku percaya akan menuntunku kearah yang lebih baik.

Kemana novel ini akan berakhir ?
Ending seperti apa yang ingin aku buat ?
Apakah ini tentangku, atau hanya sebuah karya fiksi lainnya yang aku tulisankan ?

Kubaca kembali apa yang aku tulis, kuperhatikan kembali cover yang selesai aku design beberapa saat lalu. Aku akan menulisnya, aku akan menyelesaikan novel ini. Tanpa planning, tanpa arah, hanya berandalkan cahaya itu. Hanya berandalkan ingatan ini.

Kuteguk airputih yang setia menemaniku dan sengaja kuletakan berdekatan dengan posisi laptopku, kutarik nafasku dan kuhembuskan dengan kuat. Kuabaikan setiap rasa lelah dan pegal yang mulai bterasa, aku begitu bersemangat, aku merasa seperti hidup kembali dengan sebuah tujuan.

Obat tidur mulai memanggilku, meskipun aku begitu lelah, aku tidak pernah bisa tidur dengan nyaman setiap malam. Aku memejamkan mataku, mengambil sebutir melatonin 5mg lalu meminumnya.

Akhirnya bagian pembuka ini selesai. Walaupun aku tidak tahu akan kemana arah novel ini, setidaknya aku sudah memulainya. Sesuatu yang akhirnya membuatku kembali bersemangat, sesuatu yang membuatku merasa hidup kembali.

Menulis.

About The Author

Find me on

Leave a Reply

Verified by MonsterInsights